Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012

Muhammad Elvandi, Lc.

17 Agustus 2012, Feurs France

 

Khutbah I

 

الحمدللهكثيراً،واللهأكبركبيراًوسبحاناللهبكرةوأصيلاً

. اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،اللهأكبر،

وأشهدأنلاإلهإلااللهوحدَهلاشريكلهتعظيمًالشأنه،

وأشهدأنّسيّدناونبيّنامحمّدًاعبدهورسولهالدّاعيإلىرضوانه،

 

والصلاةوالسلامعلىمنأرسله – سبحانه – هادياللبشريةومعلماللإنسانيةفأدىالأمانةونصحالأمةصلىاللهعليهوعلىآلهوصحبه،ومنتبعهمبإحسانإلىيومالدينوسلمتسليما

 

أمّابعد: فياأيّهاالمسلمون،أوصيكمونفسيبتقوىاللهجلّوعلافمناتقاهحفظهفيدنياهوأخراه.

قالتعالى : ( ياأيهاالذينآمنواتقوااللهحقتقاتهولاتموتنإلاوأنتممسلمون (

 

Wahai umat Islam, kebanggaan Allah, kebanggaan Rasulnya. Hari ini adalah hari kemenangan umat Islam.

Lihatlah gemuruh takbir disudut Papua, Cairo, London hingga Afrika.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Ia mengisi langit-langit bumi ini. Sejenak ia gantikan senandung tangisan muslim di Rohingya, sejenak ia gantikan jeritan lapar orang Somalia, sejenak ia tenangkan hati-hati yang takut di Suriah.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Wahai umat Islam, Allah telah memberi kalian energi yang melimpah.

Ratusan Rakaat salat yang kalian tegakkan setiap malam,

ribuan ayat yang kalian lantunkan setiap duduk,

dan lembaran-lembaran uang yang kalian sedekahkan di jalan Islam

adalah medan pelatihan yang Allah siapkan untuk mengisi energi Iman kalian.

 

Karena Ramadhan bukanlah terminal terkhirmu. Ramadhan bukan untuk menutup giatnya ibadahmu.

Ramadhan bukan untuk mengisi energimu untuk kemudian kamu simpan rapat-rapat di pojok rumahmu.

Tapi sebulan Ramadhan kita adalah simpanan tenaga untuk kerja-kerja besarmu di sebelas bulan kedepan.

 

Siklus kehidupan Ramadhan adalah model yang telah Allah tunjuki untuk kalian ikuti.

Jam berapa seorang muslim memulai aktivitas hariannya?

Kapan ia mengatur jadwal makan dan tidurnya?

Berapa banyak ia salat dan membaca Qur’annya?

Dan sesering apa ia mengingat Tuhannya?

Menyeru kebaikan di aktivitasnya dan melarang keburukan di setiap kesempatan.

Semua siklus kehidupan di bulan Ramadhan adalah model untuk kita ulangi di waktu-waktu setelahnya.

 

Jikalau setahun penuh hidup kita seperti di bulan Ramadhan, maka melekatlah firman Allah dalam diri kita:

 

كُنْتُمْخَيْرَأُمَّةٍأُخْرِجَتْلِلنَّاسِتَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَتَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِوَتُؤْمِنُونَبِاللَّهِ

 

“Kalian adalah umat terbaik, yang disiapkan untuk manusia, yang menyeru kebaikan dan melarang kemunkaran dan kalian beriman kepada Allah”

 

Umat terbaik itu telah digembleng di bulan terbaik.

Dan disinilah kita hari ini, alumni-alumni sekolah Ramadhan yang mulia.

Mari kita bersyukur kepada Allah yang masih memberi rizki kita menyelesaikan ramadhan di tahun 1433 hijriyyah ini.

 

 


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn                     

 

Idul Fitri hari ini tidak sama dirasakan umat Islam di penjuru dunia lain.

Tragedi-tragedi kemanusiaan besar terjadi bagi umat ini persis setelah kita masuk di abad 21 ini.

 

Tahun 2001 Afganistan dijajah, kehormatan penduduknya dikoyak.

Tahun 2002 Timor Timor resmi terpisah dari Indonesia.

Tahun 2003 giliran Irak yang dijajah.

Tahun 2004 Tsunami menerpa Aceh dan sejak itu gerakan misionaris menjamur dengan sangat terbuka. Merekrut warga yang jelas-jelas muslim beserta anak-anaknya.

Tahun 2005 Denmark kembali panas, dengan karikatur penghinaan terhadap manusia paling berjasa untuk kemanusiaan: Rasulullah.

Tahun 2006 meletus perang di Lebanon. Mereka digempur habis-habisan oleh Zionis Yahudi

Tahun 2007 Palestina terpecah menjadi Gaza dan tepi barat.

Tahun 2008 penduduk Gaza dibantai. Tiga ribu korbannya, mayoritas wanita dan anak-anak.

Tahun 2009 minoritas muslim Turkistan dianiaya dan dihancurkan di Cina.

Tahun 2010 Sudan Selatan terpecah dari induknya.

Tahun 2011 kezaliman diktator-diktator Arab sedang berada di puncaknya.

 

Dan tahun ini, serial tragedi itu masih bercokol bersamaan dengan detik-detik kebahagiaan kita hari ini.

Wallahu a’lam, hanya Allah yang tahu berapa ribu hektar lahan yang diperlukan

untuk mengubur jasad saudara-saudara kita di Suriah yang dibantai Asad.

Bukan kue lebaran dan bungkusan daging yang datang kedepan pintu mereka,

tapi peluru dan rudal yang meremukan gedung dan penghuninya.

 

Di Rohingnya Myanmar, tidak ada mudik bagi muslim sana, tapi kabur dari penindasan.

Ibu dan bapak mereka tidak sibuk memakaikan baju baru bagi anak-anaknya,

tapi sibuk memakaikan kain kafan putih yang kini berwarna merah.

 

Jangan pernah lupa wahai umat Islam, bahwa di ditengah senyum lebar kita ada kerut tangis saudara kita.

Disetiap penghujung dzikir kita, selipkan selalu harapan dan doa untuk saudara muslim di lain negara.

Karena Rasulullah mengingatkan:

 

منلميهتمَّبأمرالمسلمينفليسمنهم

 

Man lam yahtamma bi amril muslimîna falaisan minhum

“siapa yang tidak peduli dengan urusan umat Islam maka ia bukan bagian dari mereka”.

 

Karena kita umat yang satu walau berbeda passport dan bahasa.

Tidak ada perbedaan urusan kita dan mereka. Tidak ada ungkapan probem kami dan problem mereka.

Mustahil seorang muslim mengatakan “kita benahi diri sendiri dan biarkan mereka benahi diri mereka”.

 

Karena Allah telah mengikat ruh dan tubuh kita oleh ikatan iman.

 

وإنهذهأمتكمأمةواحدةوأناربكمفاتقون 

 

Wa inna hadzihi ummatukum ummatan wâhidatan wa ana rabbukum fattaqûn

“Dan sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku tuhanmu maka takutlah padaku”.

 


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn                     

 

Tapi kisah ramadhan tahun ini tidak semua kelam.

Lilin-lilin yang dahulu menyala kecil di tengah gurun kegelapan kini kerlipnya mulai terlihat dimana-mana.

 

Rentetan tragedi yang dirasa umat ternyata seperti sakit seorang pasien oleh operasi besar di tubuhnya menuju kesembuhannya.

Kini umat kembali bangkit dengan semangat yang tidak pernah disaksikan semenjak abad lalu.

 

Datang revolusi dari Tunisia, negeri dengan diktatorisme terburuk dalam sejarah.

Tapi qaddarullahu mâ syâ fa’al. Allah menentukan sesuai kehendak-Nya.

Kemenangan beruntun umat datang dari sana.

 

14 januari, runtuhlah kekuasaan Zainal Abidin Sang Tiran Tunisia.

Setelah itu, hanya 10 hari setelahnya pecah revolusi di Mesir.

Kemudian, bayangkan 8 hari setelah itu revolusi Yaman ikut meledak.

Dan subhanallah, 8 hari kemudian setelah Yaman, lengserlah fir’aun zaman ini, Husni Mubarak di Mesir.

Yang telah menggelapi langit Mesir dengan kezaliman selama 30 tahun.

Dan 6 hari kemudian, meletus lagi revolusi di Libya, tanggal 17 Februari.

Lalu dalam waktu kurang dari sebulan, giliran Suriah yang melantangkan suara revolusinya.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Semua ini terjadi kurang dari dua bulan wahai ‘ibadallah.

2 bulan saja, hampi seluruh negeri muslim di jazirah Arab terbakar revolusi kebangkitan Islam.

 

Ini adalah kelahiran baru umat Islam wahai ‘ibadallah. Wallahi kelahiran baru.

Dan sekarang Mesir yang berpuluh tahun menjadi kawan Israel itu kini mempunyai pemimpin baru yang bertakwa Insya Allah.

 

Kebangkitan Islam makin bergeliat dan memanas di daratan timur tengah

dan mengkhawatirkan kantor-kantor Zionisme di seluruh dunia.

Turki, yang sekuler itu kian gemar membantu kemanusiaan.

Pemimpin-pemimpin solehnya Insya Allah terdepan membela nasib umat ini.

 

Dan muslim di Eropa dan Barat kian hari kian melonjak.

Setiap masjid kita lihat sibuk menerima muallaf-muallaf baru.

Fa absyir…sebarkan berita gembira…

 

وَرَأَيْتَٱلنَّاسَيَدْخُلُونَفِىدِينِٱللَّهِأَفْوَاجًۭا.فَسَبِّحْبِحَمْدِرَبِّكَوَٱسْتَغْفِرْهُۚإِنَّهُۥكَانَتَوَّابًۢا

 

“dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”.

 

‘Ibadallah, alangkah benarnya bisyârah nabawiyyah ini,

 

ليبلغنهذاالأمرمابلغالليلوالنهار

 

Layablughanna hâdzaddîu mâ balughal lailu wannahâru

“agama ini akan sampai kepada manusia, seperti sampainya malam dan siang kepada mereka”.

 

Maka persiapkan langkah gerak kalian.

Karena kamu tidak disiapkan untuk kaummu saja, tapi untuk seluruh manusia, “ukhrijat linnâs”.

Umat ini sedang bergerak maju.

Umat sedang menyiapkan landscapenya untuk melambung ke puncak peradaban.

Dan pertanyaan yang berputar di kepala kita seharusnya hanya satu:

Jika umat Islam pasti akan kembali jaya, sesuai janji Allah,

lalu Apa kontribusi kita dan peran kita dalam proyek kebangkitan ini?

Kalian semua mempunyai sesuatu untuk diberikan wahai umat Rasulullah,

tapi punyakah kita hati yang besar untuk memberikan kontribusi itu?

 

Umat manusia menanti umat Islam kuat kembali.

Yang tangan-tangan kokohnya mampu melindungi mereka.

Yang pikiran besarnya mencerahkan mereka.

Yang besar dananya mengenyangkan perut mereka.

Yang kemajuan pembangunannya menenangkan kehidupan mereka.

Yang pemimpinnya mampu bertanggung jawab seperti Umar saat mengatakan:

 

لوعثرتبغلةفيالعراقلحسبتعمرمسئولاعنهالم  لميسوّلهاالطريق؟

 

Lau ‘utsirat bilghatun fil ‘Irâq lahasibtu mas ûlan ‘anhâ lima lam yusawwi lahâ at-Tharîq?

“Andai saja keledai di Iraq terpeleset, maka aku bertanggung jawab mengapa tidak membetulkan jalan untuknya?”

 

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn   

Ramadhan kali ini, mari kita jadikan janji perubahan dan persiapan diri.

Agar kita tidak tertinggal dan terdaftar di barisan orang-orang yang duduk.

Agar kita berdiri di barisan terdepan bersama generasi muslim yang mencintai Allah dan Allah mencintainya.

Inilah misi besar kita setelah Ramadhan ini wahai ‘Ibadallah.

 

باركاللهليولكمفيالقرآن،ونفعناوإيّاكمبالسنّة

أقولقوليهذاوأستغفراللهليولكم.

 

Bârakallahu  lî walakum fil Qur’ân, wa Nafa’nâ wa Iyyâkum bis sunnah

Aqûlu Qauli Hâdza wa astaghfirulla lî wa lakum


Khutbah II

 

الحمدللهكثيرًا،واللهأكبركبيرًا،

 وأشهدأنلاإلهإلااللهوحدهلاشريكله،

 وأشهدأنمحمدعبدالله،صلىاللهعليهوعلىآلهوصحبه

 

Alhamdulillah katsîran. Wallahu Akbar Kabîran. Wa Asyhadu allâ ilâha Illallâh wahdahulâ syarîkalah

Wa Asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu. Shallallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi

 

Amma Ba’du:

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn                     

 

Harapan-harapan kebangkitan Islam yang Allah berikan ini tidak menunggu lama.

Kesempatan itu datang dengan cepat dan pergi tanpa kita ketahui.

Tidaklah peradaban muslim itu hadir kecuali pertemuan yang tepat antara momentum dan kesiapan umatnya.

Momentum perubahan pernah hadir di tahun 50-an wahai umat Islam.

 

Saat negeri-negeri Arab merdeka, dan indonesia pun merdeka dari penjajahnya.

Saat itu umat diberi kesempatan untuk menata ulang kehidupannnya dengan Islam.

Allah memberi celah peradaban agar umat kembali menjadikan Islam sistem hidup mereka.

Sistem hidup untuk ekonomi, politik, pendidikan, dan budayanya.

Tapi saat itu kita semua gagal.

Umat belum mempunyai kesiapan untuk menjadikan Islam sistem kehidupan.

Umat Islam saat itu belum siap, secara pemikiran, moral, pengetahuan, dan mental.

Dan umat ini dipaksa untuk menunggu momen itu datang setelah 60 tahun.

 

Dan sekarang Allah masih memberikan kita umur

untuk menyaksikan kebangkitan Islam dan momentum peradaban itu berdiri di depan kita.

Apa lagi yang kalian tunggu?

Segera persiapkan diri-diri kalian untuk menyambut momentum dari Allah ini.

 

Persiapan itu ada tiga.

Pertama, kuatkan kembali ikatan kita dengan Allah.

Revitalisasi kembali ruhiyah kita.

 

واعتصموابحبلاللهجميعا

 

Wa’tashimû jamî’an bi hablillahi walâ tafarraqû

“Berpegang teguhlah dengan tali Allah…”

 

Karena kemenangan-kemenangan apapun itu bukan karena perencanaan pemikir tercerdas, atau pemimpin termahir, bukan juga akumulasi karya manusia, tapi di tangan Allah lah semua hasil di tentukan.

 

Oleh karena itu Allah berfirman,

 

وَمَارَمَيْتَإِذْرَمَيْتَوَلَكِنَّاللَّهَرَمَى

 

“Tidaklah kamu melempar, saat kamu melempar, tetapi Allah-lah hakikat yang melempar”.

 

Kedua, jangan kamu berpecah-belah.

ولاتفرقوا 

“Walâ tafarraqû”.

 

Wahai ‘ibadallah, sesunguhnya kemenangan umat ini selalu datang dari soliditas persatuan umatnya.

Tidak pernah hadir sebuah momen dalam sejarah Islam saat umat terpecah kecuali datang malapetaka dan kehancuran.

Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalannya seperti bangunan yang kokoh.

 

إِنَّاللَّهَيُحِبُّالَّذِينَيُقَاتِلُونَفِيسَبِيلِهِصَفًّاكَأَنَّهُمْبُنْيَانٌمَرْصُوصٌ

 

Ketiga, kumpulkan semua sebab-sebab kemenangan.

Karena umat yang beruhiyyah dan beriman tinggi, juga bersatu, tidak akan pernah mendapatkan hasil tanpa usaha real dan konkret.

 

انالسماءلاتمطرذهب

 

Innas samâ-a lâ tumthir dhahaban

“sesungguhnya langit tidak menurunkan hujan emas”.

 

Dan segala semua kejadian di dunia ini berjalan dengan sunnatullah.

Yang umat lain menamainya kaidah peradaban, hukum kausalitas,  filsafat sejarah, teori sosiologi.

Namailah apapun sesukanya karena wajah tidak merubah esensi.

 

Umat ini kini perlu kembali merekonstruksi pikiran dan pemahaman Islamnya.

Bahwa akidah yang diyakini jangan sampai membuatnya malas dari usaha matematis.

Karena pertolongan Allah tidak pernah datang saat umat Islam duduk tersandar di pojok masjid bersenandung Qur’an dan dzikir saja.

Tapi ia menjauhi medan dakwah di pasar, di gedung pemerintahan, di ruang pengadilan, di glamorya dunia hiburan.

 

Masukilah semua itu, sebarkanlah Islam dimanapun,

karena perdaban Islam hakikatnya terbangun dari akumulasi prestasi umatnya di setiap kepingan bagian kehidupan.

 

Saat usaha manusia real itu sudah maksimal dengan berbagai tantangan dan ujiaannya, disana pertolongan Allah hadir.

 

حَتَّىإِذَااسْتَيْأَسَالرُّسُلُوَظَنُّواْأَنَّهُمْقَدْكُذِبُواْجَاءهُمْنَصْرُنَا

 

“Sampai ketika Rasul-rasul itu hampir putus asa, dan mereka menyangka  telah didustakan, saat itulah datang pertolongan Kami“

 

Itulah hakikat proses kemenangan itu ini wahai umat Islam.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn                     

 

Ketahuilah, wahai orang-orang yang beriman,  jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواإِنْتَنْصُرُوااللَّهَيَنْصُرْكُمْوَيُثَبِّتْأَقْدَامَكُمْ

 

Ketahuilah wahai muslimun, Idul Fitri kali ini tidak akan pernah sama dengan Idul Fitri tahun-tahun lalu.

Karena idul fitri kali ini, kita berjanji akan bergerak.

Kita bersumpah untuk menolong agama Allah dan mengembaikan kejayaan umatnya.

Setelah ramadhan kali ini kita bertekad:

Menjaga kualitas ibadah ramadhan yang suci di waktu lainnya

Memperkuat komunikasi kita degan Sang Pencipta Kebahagiaan

Menguatkan soliditas barisan umat Islam tanpa kenal ras dan bahasa

Lalu merakit karya-karya untuk menyumbang kontribusi  umat Islam

Karena momen kebangkitan Islam yang Allah hadiahkan untuk generasi kita ini tidak akan pernah kita sia-siakan.

 

Dan pada akhirnya, semoga sekolah ramadhan ini telah meluluskan kita sebagaimana firmannya

La’allakum tattaqûn. “Agar kamu bertaqwa”.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

فياأيّهاالمسلمونFayya ayyuhal muslimûn                     

 

Maka tidak ada kekhawatiran di hati kita jika umat ini bergerak bersama.

Jika umat ini merubah keadaan dirinya setelah ramadhan maka tunggulah saat kemenangan itu.

Karena itu atinya nasib umat ini akan berubah saat setiap satu manusia muslim berubah setelah ramadhan.

 

 

Dan semakin dekat janji Rasulullah itu untuk kita:

 

قولواالاإلاهإلااللهتملكوابهاالعرب،وتدينلكمبهاالعجم

 

Qûlû Lâ ilâha illallâh, tamlikul ‘arab wa tudayyinu lakum bihal ‘ajam

“Ucapkanlah Lâ ilâha illallâh maka kalian akan menguasai seluruh Arab dan non-Arab pun akan memeluk agama seperti kalian”.

 

‘Ibadahallah. Janji Allah dan Rasulnya itu pasti, tidak usah kita ragui.

Itu semua hanya masalah waktu.

Maka pastikan kita termasuk dalam barisan orang-orang yang beramal dan berkerja untuk Islam.

Dan tunggulah saat kita diterima di surganya dalam golongan orang-orang yang menolong agamanya.

 

أقولقوليهذاوأستغفراللهليولكم.

 

اللهمإنانسألكطهارةقلوبنا،وزكاةنفوسنا،وعفةألسنتنا،وغضأبصارنا،وصونأسماعناعنكلماحرمتعلينا،ونسألكاللهمإيماناًكاملاً،ويقينًاصادقًا،وقلبًاخاشعًا،ولسانًاذاكرًا،وطرفًادامعًا،وتوبةقبلالموت،ومغفرةبعدالموتبرحمتكياأرحمالراحمين.

 

اللهمأعزالإسلاموالمسلمين،وارفعبفضلككلمةالحقوالدين،ونكّسراياتالظالمينوالمستبدين

اللهمأغثإخواننافيSomaliaغيثًامغيثًامريئًامريعًاجعدًاقططًا،عاجلاًغيرآجل.

اللهمانصر إخواننا فى Rohingya Myanmar و Suria

اللهمنكّسراياتالظالمينوالمستبدين

 

اللهماجعللناوللمسلمينمنكلهمٍفرجًا،ومنكلضيقٍمخرجًا

ومنكلفتنةعصمة،ومنكلبلاءعافية،

واجعلهذاالعيدأمنًاوسلامًاوراحةوطمأنينةعلىالمسلمينفيكلمكانياربالعالمين.

اللهمإنانسألكأنتوفقنابعدرمضانللصالحات،والمواظبةعلىالطاعات،وعدمالرجوعإلىالغفلةوالمعاصيوالملهيات،

برحمتكياربالأرضوالسماوات. وآخردعواناأنالحمدللهربالعالمي

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.