Manusia Baru

Kau yang telah baca kitab suci berkali-kali

Yang senandungkan wirid sore dan pagi

Yang terangi malam-malam dengan do’a tulus suci

Yang renungi diri di rumah Tuhan 10 hari

Seperti apa kau menjadi?

 

Kami inginkan angkatan muda baru

Yang bina diri dengan ajaran Tuhan yang satu

 

Tapi angkatan baru tak sepenuh berisi manusia baru

Karna pemuda-pemudi negeri, baru jadi manusia setengah baru

Sedih, manusia baru sedih 62 juta rakyat masih merintih

Sedang tikus berdasi tak mau berhenti sekali-kali

Kerja susah tapi pabrik ekstasi makan setrilyun seminggu sekali

Da’i berkhotbah cape-cape tapi konco-konco Punjabi rame-rame demo anti RUU APP

 

Manusia baru sedih, resah, juga sakit parah

Manusia baru berdo’a khusyu untuk agama, bangsa, dan sejarah

 

Tapi manusia setengah baru tidak dengar derita rakyat yang menyeru-nyeru

Tak bernyali keluar beraksi

Dari nyaman mihrabnya

Dari khusyu do’anya

Dari kehangatan saudara-saudaranya

 

Manusia setengah baru niknat sendiri dialam suci

Menangis terisak penuhi hati nasib pribadi yang makin sesak

Tak mampu bawa ajaran cinta Tuhan

Ke ramainya jalan-jalan

Ke rapat-rapat panjang pemegang kebijakan

Ke ruang-ruang ber-AC-kan asap rokok yang beterbangan

Ke rumah-rumah bertalu-talukan gendang dan musik murahan

Ke forum-forum bersautan ungkapan goblok, sialan dan setan

 

Manusia setengah baru harus menjadi baru

Karena rakyat harap harapan baru

Bulan baru hati baru semangat baru

Menjadi manusia baru untuk menjadi angkatan baru

Berani Keluar bergerak sambil menanti

Drama sejarah yang mencari pemain baru

manusia baru negeri

 

Dideklamasikan di Aula Wisma Nusantara

Cairo, 2 Oktober 2008

Muhammad Elvandi

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.