Uhud & Pertumbuhan

Uhud adalah salah satu momen terpenting dalam sejarah Islam. Di tahun 3 H, umat Islam yang berjumlah 700 melawan 3000 orang kafir. Hasilnya? Umat Islam kalah.

Tapi bukan disana pelajaran berharganya, karena menang-kalah, sukses-gagal itu biasa, rotasi kehidupan yang normal.

Tapi Uhud adalah kisah pertumbuhan dan pembelajaran. Disinilah Allah mengajarkan umat Islam, cara bangkit setelah terpuruk, membangun semangat menggebu setelah jiwa lesu.

Orang yang sedang menghadapi kegagalan, kekalahan, kesalahan tidak perlu makian, kritikan, tapi butuh ruang untuk bertumbuh, atau kesempatan kedua. Karena musibah saja sudah cukup memuat mereka berfikir.

Yang paling dibutuhkan adalah: 1. Kesempatan bertumbuh 2. Eksporasi , 3. Motivasi. Itulah makna-makna agung Ali Imran 137-140.

Pasca Uhud, umat Islam diperintahkan untuk mempelajari kaidah-kaidah peradaban yang dikandung dalam rahim sejarah. “Qad khalat min qablikum sunanun” telah terlalu sebelum kalian sunnatullah. Sunnatullah adalah cara hidup universal yang Allah tetapkan  bagi manusia. Siapa yang menguasainya, ia menguasai kehidupan.

“fasiiruu fil ardhi” berjalanlah di muka bumi. “Fandzhuru kaifa kaanat aqibatul mukadzibin” lalu analisalah bagaimana nasib umat yang mendustakan.

Itulah mindset yang benar saat mengalami musibah, kemunduran, kegagalan. Berhenti sejenak, jaga jarak dari rutinitas, lalu buka pikiran dengan perjalanan. Explore dunia ini! Datangi negara baru, daerah baru, kampung baru, pelajari bahasa baru, berkenalan dengan orang baru, serap inspirasi tentang cara hidup, syarat kemenangan, sebab kegagalan yang pernah dialami negara lain, umat lain, budaya lain.

Dalam eksplorasi-lah proses pertumbuhan terjadi. Semakin luas daya jelajah kita, semakin luas ruang imajinasi dan produk gagasan kita.

Pasca Uhud pun Allah memberikan ketenangan “jangan sedih, jangan merasa rendah, kalian lebih tinggi jika beriman (139)…jika kalian merasa sakit, merekapun pernah merasa sakit, itulah hari-hari yang Kami pergilirkan diantara manusia (140)…”.

Jadi perbaiki mindset kita. Jika episode kegagalan sedang kita hadapi, artinya disana kita akan semakin bertumbuh melesat.

Madinah, 17 Juni 2019

Comments

comments